Kecewa Karena Tidak Membaca

Pengetahuan itu diperoleh dari mengindra data dan informasi, meraba logika, merasakan intuisi, selain itu adalah meyakini wahyu Ilahi. Pembicaraan ini tidak seberat itu, hanya gara-gara tidak membaca s&k, lewatlah promo yang menggiurkan minggu ini.

Sudah menjadi kewajaran, sesuatu yang mendapat potongan harga atau kembalian yang lumayan pasti mempunyai syarat ketentuan berlaku. Informasi itu juga terbuka jika legal, paling tidak ada tulisan yang sangat mini. Itu sudah mewakili tindakan hukum dan moral. Walaupun juga mini.

Hal-hal sederhana memang tidak bisa diremehkan, karena meremehkan sesuatu adalah bentuk abai yang disengaja. misal masuk kamar mandi dengan ta’awudz dan keluar membaca istigfar. Boleh juga kan semisal ini? Tapi kita coba permisalan yang lain. Misal, membaca rambu lalu lintas yang tertutup dedaunan di jalan karena sedang berkendara. Bisa-bisa terkena tilang kalau tidak membaca rambu tidak bolek belok kekanan. Pengalaman Soalnya

Tidak ada yang bisa diremehkan dimuka bumi ini, semuanya ada hikmah tersendiri bagi orang yang berfikir.

Bisa melantur seperti ini tulisanya. Biasa, efek kekecewaan terhadap diri sendiri karena tidak membaca s&k. Sekarang dan untuk selanjutnya.

  1. Ketahui dulu sebelum melakukan. Masih banyak orang yang melakukan dulu sebelum ada pengetahuan. Bahasa jawanya “sing penting mlaku disek” artinya yang penting jalan dulu. Sebenarnya tidak ada masalah dengan kata ini tapu juga ada s&k nya. Ketahui dahulu sesuatu yang vital agar tidak sia-sia.
  2. Lakukan dengan tertib. kalau perlu ceklis yang sudah dilakukan. Bukti riwayat seperti Bukti transaksi, riwayat perjalanan, video cctv juga dibutuhkan. Sangat ekstrim tulisanan ini, masih terkena efek kecewa.
  3. Nikmati hasilnya.

Berharap tulisan ini menjadi pengingat yang akan dilakukan dimasa datang. Jika tidak, kemungkinan nilai kekecewaan akan semakin tinggi. karena sudah melakukan ketidak pedulian dua kali lipat.

Baca Juga :   Pantauan CCTV Bundaran Waru (Surabaya)

Ada hikamahnya juga melakukan kelalain semacam ini. Sebelumnya, untuk melihat hikmah pastinya membutuhkan kesadaran. Jika tidak, akan terlewat juga sesuatu yang bisa dipelajari. Bukti kesadaran itu bisa evaluasi diri dan catatan yang akan dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *