Bangun Kesiangan untuk Penyembelihan Kambing

Rabu ini dimulai sedikit mundur, menjadikan jadwal berantakan, bahkan ada list yang tidak dikerjakan. Hp ketinggalan ketika menuju penyembelihan tempat penyembelihan kambing. Sampai ditempat, ternyata para penunggu masih tidur juga. Ada apa dengan hari ini? Apakah gara-gara PPKM akan diperpanjang?

Saya hanya mengingat tengah malam tadi masih dengan mata terbuka lebar tanpa rasa kantuk. Sedikit paksaan tak kunjung tidur. Ternyata tidak boleh dipaksa, harus dibujuk sebentar dengan tipuan. Padahal tidak minum kopi sebelumnya.

Penunggu kambing masih tidur, masih ada banyak waktu untuk mengambil hp sembari mengisi presensi kehadiran kerja.

Cukup cepat kerja pemotong ini dengan memotong bagian-bagian tulang, daging serta jeroan, sehingga siap untuk di bagi-bagi per plastik kiloan.

Alhamdulillah salah satu rekan kami bekerja mendapat hewan qurban tahun ini untuk dipotong di kantor cabang kami. Tapi tidak ada sate karena kurang personil untuk memasak, hanya dibuat krengsengan, itupun sudah lezat. jam 10 pagi sudah siap semua dan daging sudah tersalurkan.

Pengambilan foto kurang canggih, sampai saya pernah di protes sudut pandang pengambilan sangat tidak pas. Saya pernah bertanya pada blogger foto, apakah itu bisa dilatih dan di pelajari?

Diantara jam istirahat, saya izin untuk mengantar istri ke Rumah Sakit Unair, sebagai relawan uji klinis obat covid. Ini keduakalinya dia datang kesana untuk diambil sample darahnya karena sudah satu bulan ini meminumnya. Dia memang punya keinginan punya sumbangsih untuk penelitian ini, walaupun hanya sekedar jadi relawan percobaan obat.

Hari tertata kembali setelah Presensi, tapi hal-hal lain sebelum itu ada yang tidak saya kerjakan karena Kesiangan.

Baca Juga :   Pengetatan PPKM Jawa Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *