Negosiasi dengan Anak agar Mau Belajar

Gambar Ilustrasi Negosiasi dengan Anak agar Mau Belajar

Awal Masalah

Pasti kebanyakan orang tua pernah melakukan negosiasi dengan anak agar mau belajar, karena tidak semua anak tekun dengan kegiatan akademis mereka. Ada beberapa pelajaran yang mereka kurang suka untuk mempelajarinya.

Tidak hanya pelajaran yang mereka tidak sukai, tapi terkadang mereka punya titik kemalasan tertinggi. Sehingga mereka lebih menyukai permainan yang lain, seperti main game di komputer dan android, atau melihat vidio/media sosial.

Sebagai orang tua akan beranggapan, mengapa putra-putri mereka lebih bersemangat dan betah berjam-jam dihadapan game, vidio, ataupun media sosial, daripada mempelajari materi akademis mereka.

Itu akan lebih menjengkelkan bagi sebagian besar orang tua, karena fasilitas investasi waktu pendidikan mereka tergerus oleh permainan yang kurang ada faedahnya.

Negosiasi dengan Anak 4 Tahun

Sebenarnya usia ini adalah usia bermainan dan usia untuk melakukan sesuatu yang membahagiakan mereka. Beberapa permainan dapat ditoleransi, ada juga yang tidak bisa ditoleransi. Saya astikan semua orang tua akan mengerti ini.

Masalahnya terkadang ketika anak usia ini sedang tidak mengenal waktu dalam permainannya. Entah itu bermainan dengan anak yang lain atau bermain gadget. Apalagi sekarang adalah masa pandemi, tentu waktu bermain lebih panjang.

Padahal, sekarang adalah watunya dia bersekolah kelas TK A. Tentu ada beberapa tugas yang harus dia kerjakan. Hal-hal yang biasanya dapat menggangu kegiatan belajar mereka;

  1. Bermain tanpa mengenal waktu;
  2. Tidak suka pelajaran;
  3. Tidak mood belajar.

Mari kita maklumi bahwa usia mereka adalah usia bermain. Tapi mari juga kita mencoba berbicara dengan mereka tentang adanya permainan lain yang harus mereka kerjakan.

Yaitu tugas menulis, mewarnai, menggambar. Nada ajakan yang menyenangkan membuat seakan yang mereka kerjakan adalah bermain.

Jika ajakan itu berhadapan dengan hal yang kurang mereka senangi adalah dengan memberikan kelonggaran waktu. Tentunya ini dikomunikasikan lebih lanjut kepada sang guru.

Pemberian hadiah juga sepertinya ampuh bagi yang kurang mood belajar. Tapi cara ini harus dihidari kalau bisa. Akan menjadi senjata bagi para anak jika ini terus berulang.

Negosiasi dengan Anak Usia 12 tahun

Kalau saya pribadi tidak pernah melakukan negosiasi dengan Anak seumur ini. Tapi, saya punya sedikit pengalaman tentang memunyai anak usia 12 tahun.

Baca Juga :   Pengertian Bullying Dan Cara Mengatasinya

Mereka sudah beranjak dewasa, usia mereka juga awal untuk pandangan meraih cita-cita. Jadi hanya memberikan pandangan tentang cita-cita, berbicara apa yang akan mereka raih dan fasilitasi.

Tapi, mereka juga punya masalah yang sama terkait tiga hal yang menggangu aktifitas belajar mereka. Sering lupa waktu bergadget ria, tidak menyukai pelajaran tertentu, sedang malas belajar.

Saya teringat dengan mini dorama “My Boss My Hero,” drama dari jepang ini mengingatkan menjadi remaja. Mengapa mereka harus belajar ini dan itu padahal dalam kehidupan yang akan datang tidak akan melakukan semua teori-teori itu.

Jawaban menarik dari seorang siswa, ya karena kita pelajar, tanggung jawabnya adalah belajar. Entah itu digunakan atau tidak dimasa yang akan datang, tanggung jawab kita sekarang adalah menyelesaikannya tanpa melarikan diri.

Setidaknya kita mengingatkan kepada putra-putri kita, bahwa belajar dan mendapat pemahaman yang baik dapat menunjang raihan cita-cita.

Sudut Pandang Tentang Belajar

Saya memandang bahwa, belajar tidak melulu tentang materi yang ada di sekolah. Hak anak bisa bisaberkembang sesuai minat mereka.

Kesenangan mereka bermain game misalnya, kita beri pandangan untuk memilih game yang baik, dan bisa juga memberikan pandangan bagaimana kalau belajar cara pembuatannya, atau sekalian menjadi pemain pro, adalah salah satu cara agar anak berkembang kearah positif.

Memberi tahukan kepada mereka secara berulang, atas tanggung jawab mereka sebagai pelajar, untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh sekolah.

Selalu memberi pengertian dan fasilitas untuk berkembang sesuai dengan yang mereka inginkan, mungkin menjadi salah satu senjata paling ampuh dalam bernegosiasi.

Kesimpulan

Negosiasi dengan anak untuk mau belajar adalah salah satu komunikasi yang dibangun dengan cara dewasa dengan memberikan pandangan keuntungan jika mereka melakukannya.

Jika itu adalah anak yang berumur 4 tahun, kita bisa berkomunikasi dengan intonasi yang menyenangkan, belajar adalah salah satu permainan yang harus mereka selesaikan, dan memberikan waktu jeda untuk menunggu mood mereka muncul.

Jika itu adalah anak yang berumur sekitar 12 tahun, kita bisa memberikan pemahaman kalau hal yang mereka pelajari dapat menunjang cita-cita yang akan mereka capai.

Memahami tujuan belajar adalah agar anak tumbuh ke sisi positif, baik itu tentang sisi akademis atau yang menjadi hobi mereka.

8 pemikiran pada “Negosiasi dengan Anak agar Mau Belajar”

  1. mantab sekali ilmunya mas, bisa dipraktekkan untuk orang tua dengan anak rentang umur anak anak sampai menuju sd atau remaja ke atas..memang menjadi orang tua tidaklah mudah ya…terlebih ketika masa anak udah masuk usia sekolah dan sudah diberikan serangkaian tugas tugas. Orang tua wajib mendampingi belajar anak agar ceoat mudeng. Aku belum ada pengalaman anak usia sekolah sih. Seneng juga baca baca trik tipsnya begini. Terima kasih atas sharingnya ya

    Balas
    • yang penting ada garis pandangan mendidik anak sih Mbak. Bisa didapat lewat buku atau kajian para ahli. Selanjutnya bisa improvisasi mengikuti perkembangan anak

      Balas
  2. Anak saya 6 tahun setengah, tahun depan baru masuk SD, sekarang lagi tak ajarin untuk mulai konsisten belajar mas untuk duduk anteng dan konsentrasi, maklum masih model daring gini yang begitulah mas… PR pendidikan buqt anak kayaknya numpuk banget

    Balas

Tinggalkan komentar