Membangun Kebiasaan Membaca

Membangun Kebiasaan Membaca
Sumber Gambar : Canva | Membangun Kebiasaan Membaca

Mengapa Harus Membangung Kebiasaaan Membaca

Mengapa harus membangun kebiasaan membaca? Membaca adalah kebutuhan seperti halnya makan. Tubuh membutuhkan nutrisi yang cukup untuk beraktifitas, dengan makanan yang kaya nutrisi, maka kebutuhan tubuh akan terpenuhi dan optimal jika melakukan pekerjaan. Bahkan dengan nutrisi yang seimbang kesehatan tubuh juga akan terjaga.

Begitu juga dengan membaca, seseorang akan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Informasi itu berguna untuk menjadi bahan pengetahuan lebih dari itu menjadi bahan pemecahan masalah.

Apa yang harus kita baca? Secara sederhana semua manusia membutuhkan informasi, bahkan mereka terkadang berani membayar mahal untuk sekedar kepo.

Saya pernah juga menulis di blog ini dengan judul Kecewa karena tidak membaca. Arti tersiratnya dalam waktu dekat ini harusnya yang kita baca adalah hal yang berhadapan dengan kita.

Membaca Dengan Pengertian Yang Luas

Maka kita awali kebiasaan ini dengan membaca dalam pengertian yang luas. Lebih santai dan tidak membuat kantuk. Tapi kita harus berpikir kritis dengan bertanya kepada diri sendiri apa, bagaimana, kapan, mengapa, dan darimana sesuatu yang ada di hadapan kita.

Jadi selanjutnya untuk menjawab pikiran kritis itu, kita membutuhkan bahan bacaan lain. Awalan yang cukup spektakuler bukan?

Membangung Kebiasaaan Membaca dengan Hal yang Kita Senangi

Anak saya suka main game di gawai. Sering pinjam gawai jika saya ada di rumah. Sesekali ketika mengalami kesulitan, dia akan melihat video tutoria para gamers.

Baca Juga :   Pengetatan PPKM Jawa Bali

Dia belum bisa membaca huruf, tapi berhasil menirukan gerakan itu menurutku luar biasa. Sesekali saya sindir, makanya bisa baca huruf le, agar lebih ahli dan mencari kata kunci sendiri.

Dia bisa saja memakai pencarian dengan suara, tapi ketika melakukan pemilihan yang mengharuskan user untuk membaca, pasti yang diklik adalah hal yang random.

Tapi saya tidak mengapa, mungkin hal tersebut adalah proses belajar menemukan pemecahan masalah. Setidaknya dia sudah melakukan da hal yaitu membaca dengan pengertian yang luas dan adalah hal dia sukai. Saya sebagai orang tua tinggal mengarahkan

Pengalaman Pribadi

Sebenarnya saya bukan orang yang gemar membaca, apalagi yang harus dibaca adalah buku. Saya menyadari membaca buku adalah sebuah keharusan. Banyak sekali bahan yang harus saya serap demi kepentingan perkembangan diri.

Ada bentuk kekesalan sendiri ketika membaca tidak sampai sepuluh halaman saya merasa ngantuk. Tapi kekesalan itu saya goda dengan membaca sekali lagi kalimat yang telah saya baca. Saya juga sering menciptakan angan-angan imajinasi membaca dalam sebuah kafe yang nyaman, sambil mendengarkan musik jazz. Mungkin ketinggian angan-angan ini yang membuat saya mengantuk. hihihiih

Cara kedua adalah dengan menuliskannya pada blog. Hal ini akan lebih sistematis deh. Kita akan benar-benar menerapkan proses kritisme kan. Dan ketika usai menuliskan di dalam blog, mungkin tulisan kita bukan hanya bermanfaat bagi kita sendiri, tapi bagi orang lain yang merasa butuh dengan kebutuhan yang sama.

Tinggalkan komentar